Structure Engineering and Earth Quake

Seismic Microzonation in Banda Aceh

Setelah sebelumnya saya menulis tentang seismic microzonation di Padang, saya mencoba untuk kota Banda Aceh. Tulisan ini juga berkaitan dengan penulisan paper yang diadakan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC)-Unsyiah (http://www.aiwest-dr.org/2011/).

Isi paper selengkapnya, bisa di download melalui link di bawah ini

firdaus_Paper-format-for-AIWEST-DR-2011

Jika ada hal yg perlu di tanyakan, silahkan hubungi saya via email atau comment di posting ini.

wassalam

Add to Facebook

October 1, 2011 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

Online Indonesia Map Based on GIS

Akhir2 ini, aplikasi pemetaan sudah sangat familiar dan berguna bagi pengendara atau engineer. Seperti halnya perangkat GPS mobile di mobil2 yg digunakan untuk memantu pengendara agar menemukan tujuannya secara tepat dan cepat. Google map atau Google earth merupakan software yang telah digunakan tujaan manusia dalam menentukan posisi suatu tempat bahkan bisa menemukan daerah yang sama sekali belum dikenal sebelumnya.

Bagi para earthquake engineer, penggunaan software berbasis GIS (Geographic information system) sangat bermanfaat dalam menganalisa daerah2 rawan gempa dan menata ulang kembali tata letak kota yang selama ini kurang mempertimbangkan faktor keselamatan akibat kerusakan gempa yang selama ini terus terjadi.

Saat ini saya sedang mengembangkan pemetaan daerah2 rawan gempa di Indonesia berbasis GIS yang dapat disajikan didalam website. Peta online ini menurut saya sangat bermanfaat bagi pemerintah lokal untuk mengevaluasi tata letak kota terhadap dampak gempa dan tsunami. Website tersebut dapat di akses dialamat

http://webgis.kemaslahatan-ummat.org

Jika ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tulis komentar atau email ke alikomeni@gmail.com

May 6, 2011 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

Evaluation and Re-Design of Structures by using Perform3D

Penggunaan software ETABS 2000 untuk menentukan daya dukung gedung akibat beban gempa telah begitu familiar di lingkungan engineer, bahkan bisa dibilang software wajib yg harus digunakan dalam mendesain gedung tahan gempa. Namun ada hal lain yang belum diketahui bahwa cakupan ETABS 2000 tidak begitu detail jika kita ingin lebih mengetahui tingkat kerusakan yang dialami elemen struktur gedung yang bisa diklasifikasi dengan limit state yang diperoleh dari capacity curve. Capacity curve ini diperoleh dari proses pushover seperti halnya di ETABS.

Berikut ini laporan singkat mengenai software perform3D dalam meretrofit gedung sebelum dan sesudah gempa.

Semoga Bermanfaat bagi anda semua.

EVALUATION AND RE-DESIGN OF STRUCTURES

May 5, 2011 Posted by | Seismic Design | 2 Comments

Preliminary Seismic Microzonation at West Sumatera, Indonesia

well, berbicara tentang seismic microzonation, berarti kita harus mengetahui tentang parameter-parameter kegempaan dan GIS software. Ini sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah untuk melakukan relokasi daerah-daerah yang rawan bencana alam, seperti gempa banjir, tsunami dan longsor.

Berikut ini saya memeberikan sedikit panduan untuk membuat seismic microzonation di Kota Padang. Anda juga bisa melakukannya di daerah anda masing2 selama anda memiliki data yang akurat dan terpercaya.

Laporan ini didukung oleh program mapinfo v.10 dan beberapa data penting dari USGS website.

Jika ada hal yang kurang dipahami, silahkan kirim email ke alikomeini@gmail.com atau tulis lgsg di form komentar.

Silahkan download file melalui link di bawah ini

report_firdaus_microzonation

January 20, 2011 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

REGIONAL GROUND MOTION PREDICTION AND DATABASE

Bagi yang berminat mendapatkan laporan singkat mengenai GMPE (Ground Motion and Prediction Equation) tentang Indonesia serta database gempa, berikut ini link

REGIONAL GROUND MOTION PREDICTION AND DATABASE

January 6, 2011 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

EARTHQUAKE CATALOG COMPLETENESS

Frekuensi kejadian gempa yang terjadi di Indonesia selama beberapa dekade ini telah terekam secara detail oleh alat seismograph dan terdatabase. Beberapa organisasi yang fokus terhadap database ini adalah USGS dan IRIS. Melalui website mereka, kita mendapatkan begitu banyak database gempa dari puluhan tahun sebelumnya.

Dengan menggunakan database tersebut, kita bisa memodelkan seismisitas dari satu lokasi, sebagai contoh provinsi aceh, yang terilustrasikan pada gambar disamping.

Di laporan ini, saya menggunakan metode  Gutenberg-Richter sebagai salah satu metode untuk menentukan Catalog Completeness yang akan di jelaskan secara lebih detail di laporan berikut.

https://firdausadnan.files.wordpress.com/2010/11/report_firdaus1.pdf

November 13, 2010 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

STRUCTURES IN EARTHQUAKE REGIONS (Deskripsi SNI gempa Indonesia)

Pasca bencana gempa bumi dan Tsunami yang terbesar di Indonesia, bahkan mungkin salah satu terbesar di dunia yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan peneliti2 Indonesia dari berbagai Universitas dan Institusi, seperti ITB, UI, UGM, LAPI dan BMKG melakukan penelitian ulang terhadap SNI Gempa dan struktur gedung yang selama ini dijadikan acuan oleh engineer.

Berikut ini saya mendeskripsikan SNI 1726 – 2002 gempa terkini yang masih di gunakan oleh engineer Indonesia dan beberapa kasus kerusakan gedung dan infrastruktur akibat gempa dibeberapa tempat di Indonesia.

Anda dapat mendownloadnya melalui link berikut ini.

https://firdausadnan.files.wordpress.com/2010/02/structures-in-earthquake-regions.pdf

Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat menghubungi saya di alikomeini@gmail.com atau fasilitas komentar di bawah ini.

September 30, 2010 Posted by | Seismic Design | Leave a comment

pushover analysis (Analisa PushOver dengan ETABS 2000)

3D BuildingBerbicara tentang bangunan tinggi dan beban gempa, berarti kita juga sedang membahas pushover analysis dimana kita mengasumsikan bahwa sebuah gedung di dorong oleh beban lateral secara cyclic dan continue sampai gedung tersebut mengalami kondisi kritis.

Konsep ini dilakukan untuk menemukan maksimum daya dukung gedung terhadap beban gempa. Beberapa parameter yang dapat digunakan sebagai acuan daya dukung adalah displacement, base shear dan performance point.

Sebagai seorang engineer, kita memeliki beberapa metode untuk mendesain sebuah gedung sesuai dengan keinginan arsitek, budget, maupun fungsi gedung itu sendiri.

Energi Dissipasi berkaitan erat dengan daktilitas dan base shear yang di peroleh dari pushover analisis. Ada 3 tipe daktilitas yang digunakan sebagai penentu performance level dari sebuah building, antara lain:

  1. Full Elastic; small displacement, tetapi high base shear, artinya, high budget/cost, sehingga dimensi struktur overstrength.
  2. Partial Elastic; intermediate displacement dan base shear, artinya, middle cost, biasanya engineer mendisain gedung berada di kondisi ini.
  3. Full ductile; large displacement, tetapi low base shear, artinya, low budget, tetapi failure tidak diizinkan terhadap struktur.

Untuk lebih lengkapnya, saya akan mengulasnya di sebuah report yang berkaitan dengan pushover dimana kasus yang saya ambil adalah di wilayah Turki. Sebenarnya saya kurang tertarik mengambil kasus di Turki, karena kasus2 serupa banyak terjadi di Indonesia, tetapi berhubung ini adalah tugas wajib dari dosen, dengan sedikit terpaksa saya melakukannya. 😀

Report tersebut dapat di download melalui link di bawah ini

https://firdausadnan.files.wordpress.com/2010/02/pushover-analysis.pdf

Jika ada pertanyaan atau komentar, silahkan hubungi saya langsung ke email alikomeini@gmail.com, atau tulis komen melalui fasilitas komentar di bawah ini.

wassalam

September 30, 2010 Posted by | Seismic Design | 41 Comments

Seismic Engineering

Artikel ini merupakan aplikasi dari beberapa ilmu terapan yang sedang kita pelajari. Gempa bumi adalah barang yang tidak asing lagi di Indonesia. Dia mudah dijumpai disetiap sudut kota dan desa. Setiap kehadirannya, selalu membuat kita khawatir dan gelisah. Mengapa dia tidak pernah membuat kita bahagia ? Karena, setiap saat dia datang, akan membuat bumi ini berguncang yang bisa menyebabkan kerusakan ringan sampai kehancuran total terhadap tempat tinggal kita. Konsekuensinya adalah, akan banyak menimbulkan korban jiwa dan harta.

Tujuan utama tutorial ini adalah menganalisa data-data gempa sebelumnya, melakukan pemetaan (hazard map) dan menghasilkan Ground Motion Prediction Model (GMPM) dengan persamaan Attenuation yang kita peroleh dari data Time History yang ada.

Beberapa tahap yang harus kita lalui antara lain :

  1. Identifikasi parameter-parameter utama (Hazard Parameters)
    • Magnitude dan Intensitas Earthquake
    • Jalur patahan
    • Mekanisme patahan
    • Kedalaman sumber gempa bumi
    • Database gempa bumi, lengkap dengan koordinat
  2. Seismic Action Classes (SAC)
    • Definisi SAC dan Seismicity Model
    • Menentukan tipe spektrum
    • Lokasi gempa terhadap kota-kota besar

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Yahoo BuzzAdd to Newsvine

February 20, 2010 Posted by | Seismic Design | Leave a comment