Structure Engineering and Earth Quake

pushover analysis (Analisa PushOver dengan ETABS 2000)

3D BuildingBerbicara tentang bangunan tinggi dan beban gempa, berarti kita juga sedang membahas pushover analysis dimana kita mengasumsikan bahwa sebuah gedung di dorong oleh beban lateral secara cyclic dan continue sampai gedung tersebut mengalami kondisi kritis.

Konsep ini dilakukan untuk menemukan maksimum daya dukung gedung terhadap beban gempa. Beberapa parameter yang dapat digunakan sebagai acuan daya dukung adalah displacement, base shear dan performance point.

Sebagai seorang engineer, kita memeliki beberapa metode untuk mendesain sebuah gedung sesuai dengan keinginan arsitek, budget, maupun fungsi gedung itu sendiri.

Energi Dissipasi berkaitan erat dengan daktilitas dan base shear yang di peroleh dari pushover analisis. Ada 3 tipe daktilitas yang digunakan sebagai penentu performance level dari sebuah building, antara lain:

  1. Full Elastic; small displacement, tetapi high base shear, artinya, high budget/cost, sehingga dimensi struktur overstrength.
  2. Partial Elastic; intermediate displacement dan base shear, artinya, middle cost, biasanya engineer mendisain gedung berada di kondisi ini.
  3. Full ductile; large displacement, tetapi low base shear, artinya, low budget, tetapi failure tidak diizinkan terhadap struktur.

Untuk lebih lengkapnya, saya akan mengulasnya di sebuah report yang berkaitan dengan pushover dimana kasus yang saya ambil adalah di wilayah Turki. Sebenarnya saya kurang tertarik mengambil kasus di Turki, karena kasus2 serupa banyak terjadi di Indonesia, tetapi berhubung ini adalah tugas wajib dari dosen, dengan sedikit terpaksa saya melakukannya. 😀

Report tersebut dapat di download melalui link di bawah ini

https://firdausadnan.files.wordpress.com/2010/02/pushover-analysis.pdf

Jika ada pertanyaan atau komentar, silahkan hubungi saya langsung ke email alikomeini@gmail.com, atau tulis komen melalui fasilitas komentar di bawah ini.

wassalam

Advertisements

September 30, 2010 - Posted by | Seismic Design

42 Comments »

  1. i am a structural engineer in korea.
    Can i get tutorial examples for pushover analysis using etabs?

    Comment by sskim | April 9, 2011 | Reply

  2. sure, you may download it in http://www.4shared.com/account/file/TRr_4311/090810_x.html

    Comment by firdausadnan | April 9, 2011 | Reply

  3. i am now studying pushover analysis.
    would you please send me some examples showing analysis procedure

    Comment by sskim | April 17, 2011 | Reply

    • well, it takes time to explain it more detail. But, you can download some manuals regarding pushover in ATC40 or FEMA. These regulations are downloadable in internet.

      Comment by firdausadnan | April 17, 2011 | Reply

  4. makasi banget buat infonya,,,kebetulan saya juga sedang skripsi pushover,,,hehehe

    Comment by hendra | August 26, 2011 | Reply

  5. makasih buat infonya, saya juga sedang menyelesaikan tesis di ITB tentang pushover,dapat kah saya peroleh contoh-contoh pushover dgn Ettabs

    Comment by azan | September 21, 2011 | Reply

  6. coba di cek lg comment2 di halaman lain, setau saya, ada comment yg saya balas dgn contoh etabs, klu ngak nemu, ntar saya kasih lg. Btw, pembimbing thesis nya dgn siapa?

    Comment by firdausadnan | September 21, 2011 | Reply

  7. mas, mau tanya dong.
    saya sedang mencari kapasitas kekuatan maksimum sebuah gedung. saya berencana menambahkan massa lagi di atas gedung tsb. apa dengan analisis pushover cari tau massa tambahan maksimum yang bisa didukung gedung tsb?
    makasih ya mas… ehehe.

    Comment by paijo | November 6, 2011 | Reply

  8. tentu bisa, masih ingat teori dasar hubugan antara massa, kekakuan dan period/frekuensi ? Setelah mendapatkan performance point, kita bisa menentukan daktilitas bangunan, dan kita bisa merekayasa ulang roof displacement.

    Comment by firdausadnan | November 6, 2011 | Reply

  9. berarti pushover dipakai untuk meninjau dinamikanya ya, mas?
    massa tambahan saya itu emang nanti rencananya mau dipake untuk menurunkan periode getar alaminya. tapi ga tau berapa massa maksimum biar gedungnya ga ambruk gara2 beban sendirinya… hehehe. mumet skripsi sama profesor gempa ya gini. ahaha..

    Comment by paijo | November 6, 2011 | Reply

  10. parameter terpenting dlm menentukan gedung collapse adalah max limit drift nya 2,5%. Dari situ anda bisa menentukan berapa besar massa yg bisa digunakan. Profesor nya siapa?

    Comment by firdausadnan | November 6, 2011 | Reply

  11. oh. okeoke. saya perdalam dulu ya, mas. makasih lho.
    prof yoyong. kenalkah, mas?

    Comment by paijo | November 6, 2011 | Reply

  12. kuliahnya dimana?

    Comment by firdausadnan | November 6, 2011 | Reply

  13. atma jogja, kangmas..

    Comment by paijo | November 6, 2011 | Reply

  14. ok, selamat ngerjain skripsi nya. Jgn ragu2 utk bertanya jika ada masalah

    Comment by firdausadnan | November 6, 2011 | Reply

  15. kang mas mw nanya neh.
    ada referensi ga ttg langkah2 pushover
    ama penjelasannya ttg langkah2 tsb scra detail..
    lagi butuh banget ne buat skripsi, tapi belu pernah sama skali nyentuh pushover,
    mohon bimbingannya

    Comment by udin | November 30, 2011 | Reply

    • hallo udin

      Utk referensi pushover, udh byk sekali di internet. Panduan bakunya nya di lihat di website FEMA.
      Sebaiknya jgn hanya sampai pushover skripsi nya, krn udh kadaluarsa, coba kembangkan ke vulnerability assessment, pasti jauh lebih menarik, hehe

      Comment by firdausadnan | November 30, 2011 | Reply

  16. Salam mas, saya mau nanya mas, saya sedang mengerjakan skripsi mengenai SSI, yaitu saya memodelkan struktur beserta tanahnya sebagai element solid di sap2000. Saya memilih sap karena etabs tidak bisa memodelkan solid element, yang saya tinjau pengaruh gedung terhadap gempa jika SSI solid element digunakan, gempa yang saya gunakan linear time history, saya menggunakan direct analysis metode wilson-q, yang ingin saya tanyakan mas, apakah jika kita mendivide solid dengan auto mesh sama hasilnya, rencananya sy lebih cenderung untuk men-divide solid elements nya dibandingan auto mesh, lalu rayleigh damping, adakah teori untuk mendapatkan nilai konstantanya untuk “seluruh sistem”, karena setahu saya sap cuma bisa meng-input nilai damping sistem. Terima kasih bayak mas. (Saya agak bingung juga nih, sebab judulnya murni ide saya). Salam kenal mas 🙂

    Comment by ryan rakhmat s | January 13, 2012 | Reply

    • terus terang, saya tidak punya jawaban pasti untuk pertanyaan anda, karena saya belum pernah melakukan sebelumnya. Mslh meshing size di sap, lebih baik anda melakukannya secara manual (divide) karena ukurannya bisa lebih kecil dibanding automesh. Hasilnya tergantung ukurang element yg anda mesh. Harus anda ingat bahwa qualitas meshing size di software finite element sangat menentukan hasil akhir, semakin kecil, hasilnya akan semakin mendekati analytic solution, tetapi kapasitas memory dan durasi running nya akan sangat besar.

      Mengenai Rayleigh damping, itu sgt bergantung pada matriks massa dan kekakuan structure. Oleh karena itu, nilai variable nya jg pasti berbeda2. Coba anda baca lagi konsep finite element method. Jika anda belum mempelajari nya, sebaiknya ada fokus dulu di FEM, stlh itu anda coba gunakan software ansys atau abagus yg lebih proporsional untuk memodelkan SSI ini.

      Itu dulu dari saya, semoga bermanfaat.

      wassalam

      Comment by firdausadnan | January 14, 2012 | Reply

      • Terima kasih banyak atas jawabannya mas 🙂

        Comment by ryan rakhmat s | January 14, 2012

  17. slamat malam pak.
    apkah saya boleh minta tutorial Analisa Pushover dengan SAP2000 atau pengantar2 tentang
    analisa pushover dengan SAP2000 tersebut.?

    trimkasih.

    Comment by Okto Loho | January 26, 2012 | Reply

    • malam oka,
      tutorial pushover di sap 2000 bisa anda dapatkan di software nya. Klu tidak salah, ada video nya jg kok.
      Mengenai pertanyaan anda, jawaban saya adalah

      filosofi bracing adalah menambah kekakuan gedung pada arah bracing yg
      dipasang. Untuk mengidentifikasi perbedaannya, pasanglah bracing hanya
      pada satu arah saja, dan bandingkan hasilnya jika tidak menggunakan
      bracing.

      Hubungannya dgn pushover, jika kamu melakukan pushover searah dgn
      bracing yg terpasang, maka roof displacement nya akan lebih kecil
      dibandingkan tanpa bracing.

      Hal ini sgt erat kaitannya dgn ductility dan dissipation energy. Tau
      kan maksud saya ?

      Comment by firdausadnan | January 27, 2012 | Reply

  18. selamat sore mas…
    ada yang saya pengin tanyain mas, dan ini tentang skripsi saya…jadi, tentang sistem rangka pemikul momen antara Khusus(SRPMK) dan biasa (SRPMB) jadi nanti output yang diharapkan jumlah tulangan dan nilai daktilitas dari 2 sistem tersebut…msalahnya setelah saya sudah melakukan analisis pushover nilai daktilitas dri kedua sistem tersebut nilainya berkisar antara 10..dengan model bangunan dan dimensi yang sama apakah itu mempengaruhi kinerja bangunan tersebut mas…untuk yang SRPMB saya sudah mainin tulangan tapi ga dapet2 mas…padahal syarat SNI 1726(gempa) untuk nilai daktilitas rencana SRPM yaitu 2,1 dan SRPMK 5.3…yg terjadi nilai daktilitas akyualnya lebih dari rencana semua (10-10.5)..saya bingung mas,apa yang SRPMB dganti dimensi? salam kenal…

    Comment by atma | February 11, 2012 | Reply

    • Penentuan nilai daktilitas bangunan sangat erat kaitannya dgn energi dissipasi. Konsep dasarnya adalah energi tidak akan hilang, tapi bisa dimodifikasi dgn mereduksi force yg berimplikasi pada meningkatnya displacement. Perbandingan antara ultimate displ ϑάπ reduced displ adalah ductility value. Untuk mendptkan nilai yg sesuai dgn SNI atau desain, maka kita hrs memodifikasi energi dissipasi sesuai yg kita harapkan. Mgkn agak rumit penjelasan saya, klu ada yg blm jls, silahkan tanyakan lagi

      Comment by firdausadnan | February 14, 2012 | Reply

  19. Mas, untuk perhitungn manual. Misalnya saja kolom kantilever. Cara mendeskripsikan bebannya bgmna? Apakah kita tambhkan saja sesuai selera kita?

    Comment by Dadi Itu Aku | June 8, 2012 | Reply

  20. Mas, mau tanya, mungkin agak sedikit bodoh kedengarannya. Saya mau tanya Inersia itu apa (bisa tolong jelaskan dengan bahasa orang awam). Gunanya untuk perhitungan struktur apa? Oya, kalo bisa saya mau berguru sap2000 tentang bagaimana membaca output hasil sap setelah kita design. email saya andi_sagab@yahoo.co.id 085691854063. Terima kasih sebelumnya.

    Comment by Sagab | December 19, 2012 | Reply

    • hehe, bisa dibaca di wikipedia ya

      Comment by firdausadnan | September 18, 2013 | Reply

  21. Mas, mau tanya, mungkin agak sedikit bodoh kedengarannya. Saya mau tanya Inersia itu apa (bisa tolong jelaskan dengan bahasa orang awam). Gunanya untuk perhitungan struktur apa? Oya, kalo bisa saya mau berguru sap2000 tentang bagaimana membaca output hasil sap setelah kita design. email saya andi_sagab@yahoo.co.id 085691854063. Terima kasih sebelumnya..

    Comment by Sagab | December 19, 2012 | Reply

  22. mas firdaus, salam kenal, saya mau tanya tentang plastic hinge yang digunakan dalam pushover analisis. bagaimana cara mendapatkan kurva moment rotation untuk balok dan kolom, terimakasih

    Comment by Riza Ainul Khakim | February 11, 2013 | Reply

    • coba lebih detail lg mksdnya

      Comment by firdausadnan | September 18, 2013 | Reply

      • dalam analisa nonlinear, plastic hinge harus didefinisikan terlebih dahulu, untuk kolom kita bisa memasukkan detailed reinforcement di frame properties sehingga kita bisa me-assign plastic hinge automatic dengan software, Bagaimana dengan balok? soalnya kita tidak memasukkan detailed reinforcement untuk balok di frame properties sehingga plastic hinge harus dilakukan manual.

        Comment by enjiner | October 23, 2013

  23. malam mas,
    saya ingin tanyakan, bagaimana menganalis struktur kayu dengan program SAP2000 dan juga cara pushovernya, mohon bantuannya mas, terima kasih.

    Comment by bawi | September 17, 2013 | Reply

    • prinsip nya sama, cuma material properties nya aja yg disesuaikan

      Comment by firdausadnan | September 18, 2013 | Reply

      • iya mas, tapi bagaimana saat di analysis kita cek kontrol aman atau tidaknya, untuk struktur kayu tidak ada mas, cuma yang ada cek keamanan beton dan baja, bagaimana caranya mas? Terima kasih atas jawabannya.

        Comment by bawi | September 18, 2013

  24. oya mas, lupa. Kalau ada file nya tolong di kirim ke email saya (Singa_1990@yahoo.com)

    Comment by bawi | September 17, 2013 | Reply

  25. asalamlkm mas sya mw nanya langkah langkah pushover pada etabs yang benar ….mksh

    Comment by ibnukharir | December 24, 2013 | Reply

  26. aslmlkm mas saya mw nanya ,,,saya lagi menganalisis sebuah hotel 14 lantai dengan metode pushover menggunakan etabs permasalaahan saya setlh saya run static non linier itu saya hanya dapat 4 step saja apa ada masukan ttg langkah langkh /step step tuk pushover …mksh

    Comment by ibnukharir | December 24, 2013 | Reply

  27. Mas, saya albert, mahasiswa HMS ITB juga. Saya sedang tugas akhir dengan Prof Bambang Budiono. Saya mau bertanya bagaimana cara menginput bar reinforcement pada ETABS untuk dilakukan pushover analysis. Jadi untuk balok dan kolom perimeter saya input sendiri tulangannya(untuk kebutuhan torsi berlebihan perlu dinaikkan 25%) sedangkan untuk yang lain dilakukan dengan concrete frame design untuk mendapatkan tulangannya. Saya sudah input dari frame section, tapi error saat dilakukan pushover analysis. Mohon bantuannya. Terima kasih.

    Comment by Albert | March 22, 2014 | Reply

  28. Permisi mas, saya ingin menanyakan bagaimana cara mendapatkan nilai capacity demand ratio dari hasil analisis sap2000 ya? Terimakasih..

    Comment by Mayhendra RDS | June 17, 2014 | Reply

  29. selamat siang pak,saya boleh mintak step by step analisis pushover prilaku balok,kolom,link dan bresing.Soalnya saya lagi ngerjakan skripsi,mohon bantuannya pak

    Comment by wahyu bimantara anwar | August 18, 2017 | Reply

  30. pak, saya ingin tahu langka-langkah yang betul dalam menjalankan analisis pushover pada etabs tuu gimana pak ?
    dan apa guna atau hubungan antara pushover sama beban gempa statik ekivalen dan gempa dinamik respon spektrum ?
    mohon bantuannya saya lagi nyusun skripsi udah bingung ini pak. Terimakasih

    Comment by fistraa | October 28, 2017 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: